Jumat, 01 Desember 2017

Puncak Jayawijaya


Terletak pada titik koordinat S 04°04.733 dan E 137°09.572. Gunung ini menjulang memecah langit dan menembus awan dengan indahnya. Puncak Jayawijaya merupakan gunung kapur terbesar di Indonesia. Gunung ini merupakan titik tertinggi yang ada di pulau Papua, atau bahkan di Oseania dan benua Australia. Puncak Jayawijaya adalah titik tertinggi yang meliputi Andes dan Himalaya, serta disebut – sebut sebagai puncak tertinggi dari berbagai pulau di belahan dunia.
Secara administratif Puncak Jayawijaya barada di Range Sudirman atau Dugunduguo, tepatnya di provinsi Papua Barat. Puncak Jayawijaya merupakan puncak tertinggi dari seluruh bagian wilayah Indonesia. Gunung ini masuk dalam deretan pegunungan Jayawijaya yang membentang sangat luas, bahkan menyatukan dua negara. Pegunungan ini memanjang dari provinsi Papua Barat wilayah Indonesia hingga Papua Nugini di Pulau Irian. Namun diantara pegunungan yang luas ini, gunung tertinggi ada di wilayah provinsi Papua Barat - Indonesia. Sehingga secara administratif Indonesia masih sangat beruntung, karena di puncak itulah yang menjadi incaran para trakker dunia.
Indonesia sendiri merupakan negara yang beriklim tropis. Seperti yang sudah Anda ketahui, negara ini membentang di atas garis Katulistiwa, maka tidaklah mungkin ada salju di tanah ini. Namun hukum tersebut tidak berlaku untuk Puncak Jayawijaya. Karena dinginnya salju selalu menyelimuti Puncak Jayawijaya. Sungguh aneh, namun inilah yang menjadi daya tarik tersendiri bagi Puncak Jayawijaya. Gunung ini merupakan satu – satunya gunung yang diselimuti salju di wilayah Indonesia. Meskipun tidak semua puncak di pegunungan Jayawijaya ini bersalju.
Gunung ini juga termasuk dalam tipe Alpine Glaciation jika dilihat dari tipe gletsernya. Sedangkan di tempat yang lebih rendah dari puncak tertinggi, dapat dikategorikan kedalam tipe Valley Glacier. Valley Glacier merupakan gletser yang mencair sehingga turun dan mengalir ke tempat yang lebih rendah. Dapat dipastikan, di wilayah Pegunungan ini juga terdapat sungai es. Fenomena ini tidak akan bisa anda temui di belahan bumi manapun. Sangat unik dan mengagumkan. Puncak Jayawijaya masuk dalam “ Seven Summit ” yaitu tujuh puncak benua, dan biasa dikenal sebagai Piramida Carstenz.
Berada di Puncak Jayawijaya merupakan impian pendaki sejati yang ingin menyaksikan indah dan keunikannya gunung tersebut. Apabila Anda melihat dari udara gunung ini bagaikan brownies yang di siram dengan susu kental manis rasa vanilla. Bahkan, ketika sinar matahari menerpa, pemandangan digunung ini juga tak kalah menariknya. Cahaya matahari dipantulkan oleh putinya salju, membuat kilauan – kilauan nyata yang mengagumkan.
Puncak Jayawijaya atau lebih dikenal dunia dengan nama Piramida Carstenz memiliki suhu hingga 0 derajad celcius, bahkan bisa minus pada kondisi – kondisi tertentu. Di Puncak Jayawijaya oksigen sangat sulit didapatkan, dengan medan yang terjal dan berbahaya sehingga dapat dikatakan sebagai tujuan trakking yang sangat menantang. Namun itu semua akan terbayarkan dengan pemandangan alam yang disuguhkan oleh gunung tersebut. Hal ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi para trakker jika bisa sampai di Piramid Carstenz. Sebuah warisan alam yang unik dan menantang.
Ketika berada disana, akan banyak Anda temui Suku Dani, penduduk setempat yang tergolong primitif. Didalam keseharian mereka masih hidup dengan adat, budaya bahkan kebiasaan seperti manusia di zaman batu. Cukup aneh, di zaman yang modern bahkan teknologi sudah sangat canggih, masih ada saja suku yang seperti ini. Namun disinilah titik keunikannya. Selain dapat trakking ke Puncak Jayawijaya yang sungguh mempesona, Anda akan memperoleh pengalaman baru, yaitu bertemu langsung dengan warga Suku Dani yang kaya akan kebudayaan. Di tengah – tengah mereka, Anda akan merasakan sensasi menjadi manusia di zaman batu. Pengalaman yang paling mengesankan bagi Anda jika dapat bertemu langsung dan bertegur sapa dengan mereka.
Puncak Jayawijaya memang berada di negara Indonesia, namun trakker yang datang lebih banyak dari luar negeri. Mereka tertarik untuk menaklukan salah satu gunung tertinggi yang masuk ke dalam 7 puncak tertinggi di dunia dengan segala keunikannya. Bahkan tercatat lebih dari 300 trakker asal luar negeri sengaja datang untuk mengunjungi Puncak Jayawijaya, akan tetapi kebalikan dari itu jumlah trakker lokal hanya puluhan saja. Hal ini dikarenakan untuk mendapatkan perijinan mendaki gunung ini sangatlah rumit.
Perlu Anda ketahui, 5% dari cadangan es di dunia, ada di Puncak Jayawijaya. Namun, karena pemanasan global yang kian menjadi – jadi, sebagian es di gunung ini kian mencair tiap tahunnya. Sangat disayangkan, karena wisata alam yang tergolong unik, bahkan menakjubkan harus menanggung akibatnya. Nah sebelum es di Puncak Jayawijaya mencair sepenuhnya, jangan sia – siakan waktu Anda untuk berkunjung dan menikmati pesona alam yang unik dari Puncak jaya Wijaya di Pulau Papua.

Sejarah Ditemukan Puncak Jayawijaya

Puncak Jayawijaya ditemukan pertama kali Jan Carstensz pada tahun 1623. Ia adalah seorang petualang dari negeri Belanda. Karena penemuan itulah, Puncak Jayawijaya lebih dikenal dengan nama Carstensz Pyramidoleh dunia. Diambil dari nama “Carstensz” sendiri untuk menghargai jasanya, dan Pyramide berarti puncak. Sedangkan nama Puncak Jayawijaya, merupakan nama yang diberikan oleh Ir. Soekarno setelah berhasil membebaskan wilayah Papua barat dari jajahan Belanda.
Awalnya tidak ada yang percaya dengan temuan  Jan Carstensz. Sebuah gunung yang di selimuti oleh es di daerah yang tropis. Memang jika dipikir kurang masuk akal. Namun setelah 3 abad dari penemuan ini, warga dunia barulah percaya jika gunung tersebut benar – benar ada. Hingga sekarang menjadi salah satu objek wisata pendakian kebanggaan Indonesia bahkan di dunia.
Pesona gunung tertinggi di Indonesia sudah tidak dapat diragukan lagi. Bahkan dunia pun mencatatnya dalam “Seven Summit” yaitu Tujuh Puncak Dunia. Karena keunikan dari gunung tersebut, sehingga tempat ini menjadi incaran para pendaki di dunia. Menurut ahli geologi dunia, pada seribu abad silam, dunia hanya mempunyai satu benua yang dikenal sebagai Benua Panggea. Namun karena desakan alam, benua ini pun terpecah menjadi dua bagian, sehingga membentuk benua baru. Dinamakan benua Laurasia daan benua Eurasia. Benua Eurasia inilah yang akhirnya pecah kembali dan membentuk beberapa bagian, seperti daratan Amerika selatan, India, Afrika, dan Australia.
Di benua Australia terjadi pengendapan serta pergeseran lempeng. lempeng Indo-Pasifik dengan Indo-Australia bertumbukan di dasar laut. Karena fenomena inilah sehingga menghasilkan busur pulau yang dipercaya sebagai awal dari terbentuknya pulau Papua beserta pegunungannya yang sangat indah. Bukti bahwa Pulau Papua merupakan bentukan alam yang awalnya adalah bagian dari dasar laut terlihat dari aneka fosil laut dan berbagai macam bebatuan di Puncak Jayawijaya. Karena proses sedimentasi beserta tumbukan lempeng dalam jutaan tahun silam, sehingga fenomena alam ini terbentuk dan dapat di lihat dengan nyata.

Perjalanan Menuju Jayawijaya Papua

Untuk hal yang satu ini, tentunya anda harus menyiapkan dana yang tidak sedikit. Karena untuk menjangkau Puncak Jayawijaya tidaklah mudah. apabila Anda berasal dari luar kota, Anda harus transit di Lembah Illaga, Papua. Dari  sana Anda harus melakukan trakking di sebuah hutan yang lebat yang memiliki kumpulan satwa yang cukup berbahaya. Untuk menempuhnya, diperlukan waktu sekitar 7 hari perjalanan. Rute ini tergolong sulit, sehingga ada baiknya Anda menempuh jalur lain yaitu dengan menggunakan hellicopter yang akan membawa Anda menuju tempat perkemahan dari wilayah Puncak Jayawijaya yaitu bertempat di Danau Valley. Hal ini sangat disarankan, mengingat bahaya yang akan Anda temui di hutan.
Selain transportasi, perkemahan dan perlengkapan yang memadai, Anda juga harus melakukan perijinan kepada petugas jauh – jauh hari. Mengingat di wilayah ini sangat rawan konflik antar suku, maka dibutuhkan keahlian khusus untuk menangani masalah perijinan. Sangat disarankan Anda memakai jasa agen perjalanan, agar memudahkan Anda untuk menjangkau Puncak Jayawijaya dengan mudah.
Memang untuk mendapatkan surat ijin bukanlah hal yang mudah, medan yang akan ditempuh juga sulit dan berbahaya, sehingga untuk sampai di Puncak Jayawijaya juga bukanlah hal yang gampang, selain itu dana yang dikeluarkan juga tidak sedikit. Dibutuhkan keseriusan dan kegigihan untuk mencapai puncak tertinggi dari gunung ini. Namun itu semua kan terbayarkan dengan sensasi yang akan didapatkan oleh trakker ketika sampai di Puncak Jayawijaya. Pemandangan yang spektakuler serta menakjubkan akan membuat Anda kehabisan kata – kata untuk melukiskannya. Walaupun tidak dapat dipungkiri, untuk mencapainya, menguras banyak tenaga dan isi kantong tentunya.

Oleh – Oleh dan Kuliner Khas Papua

Sepertinya sangat tidak lengkap, jika sudah berkunjung ke Pulau Papua, tapi tidak membawa oleh – oleh dari sana. Papua memiliki buah tangan yang beragam. Mulai dari kaos yang bertuliskan Papua, pajangan yang unik, lukisan dari kulit kayu, cokelat yang nikmat, sarang semut, hingga ramuan buah merah yang sudah di kenal khasiatnya.
Koteka, nama ini sudah tak asing lagi. Sebuah benda yang biasa di gunakan untuk menutup kelamin laki – laki dewasa asli dari daerah Papua. Namun benda ini menjadi incaran para pengunjung. Mungkin karena fungsinya yang unik, dan tidak akan Anda temui di daerah manapun selain di pulau Papua.
Bukan hanya itu, di Papua juga banyak yang menyediakan kerajinan tangan seperti Nokem. Apa itu nokem? Nokem adalah tas yaang terbuat dari akar kayu. Selain itu, beragam gelang dan kalung cantik buatan tangan juga dapat anda temui disana. Ada juga topi berbulu dan rok rumbai – rumbai yang cantik. Untuk Anda pecinta barang antik, disanalah tempat yang cocok untuk berburu. Selain itu, juga ada tombak, busur dan panah. Di Papua juga memiliki batik yang cantik. Warna kain batik tersebut cenderung cerah dan pastinya bercorak serta bermotif khas Papua.
Seperti yang kita ketahui, di Papua makanan pokoknya tidak sama dengan di Jawa. Kalau di Jawa kita sudah akrab dengan yang namanya nasi, lain dengan di Papua, mereka memiliki kebiasaan untuk memakan sagu.  Ya... sagu merupakan makanan pokok masyarakat Papua. Untuk masalah kuliner, masyarakat Papua juga tidak kalah dengan daerah lain. Yang pertama ada Papeda. Bahan dasar untuk membuat makanan ini ialah sagu, yang merupakan makanan pokok khas Papua. Untuk membuat papeda, berbahan dasar sagu tersebut diolah sehingga menjadi lengket seperti lem. Rasanya pun hambar. Namun Papeda biasanya dinikmati dengan lauk lainnya seperti ikan atau daging. Uniknya, lauk yang di santap dengan Papeda haruslah berkuah dan berwarna kuning.
Selanjutnya yaitu Martabak Sagu. Sesuai namanya, bahan dasar pembuatan martabak ini adalah sagu. Di olah lalu digoreng, dengan taburan gula merah di atasnya, martabak ini pun siap untuk dinikmati. Rasa martabak yang satu ini sangat lezat dan manis. Cocok dinikmati pada waktu santai. Ada lagi yang lain yaitu Ikan Bakar Manokwari. yaitu Ikan tongkol yang dibakar. Namun yang membedakaannya adalah sambal yang khas dan sangat pedas. Selanjutnya ada ikan bungkus. Jika dilihat dari tampilannya, memang mirip seperti ikan pepes pada umumnya. Namun yang membedakannya ialah bumbu – bumbu yang beragam.
Dan yang makin membuat penasaran, yaitu Sate Ulat Sagu. Mendengar namanya saja Anda akan geli, bahkan mual. Namun memang bahan dasar pembuat makanan ini adalah ulat di pohon sagu. Cukup mengerikan. Ulat dari pohon sagu itu di tusuk dan di bakar. Sangat mirip dengan pembuatan sate pada umumnya. Anda berani mencobanya?
Kemudian Udang selingkuh, nama yang unik untuk salah satu kuliner ini. Dinamakan udang selingkuh, karena menurut tampilannya memang seperti udang pada umumnya, namun udang ini memiliki capit seperti milik kepiting. Sehingga masyarakat setempat memberikan nama udang selingkuh, karena mereka menganggap udangnya sudah selingkuh dengan kepiting dan menghasilkan anak sedemikian rupa. Unik dan lucu.... nah penasaran kan? Sempatkan diri Anda untuk mencicipi udang – udang yang suka selingkuh. Hehehee. Dan jangan sampai lewatkan berbagai macam kuliner yang unik dari pulau Papua.

Tips Pendakian Ke Puncak Jayawijaya

1. Siapkan Kondisi Fisik Dan Mental

Puncak Jayawijaya atau sering di kenal dengan sebutan Pyramide Carstenz merupakan wisata impian para trakker dunia. Namun untuk mengaksesnya bukanlah hal yang mudah, sehingga dibutuhkan energi yang lebih untuk mengunjunginya. Selain itu suhu di daerah ini sangatlah dingin. Jadi sebelum melakukan perjalana ke Puncak Jayawijaya ada baiknya Anda membiasakan diri untuk berada di ruangan yang dingin, hal ini juga menghindari penyakit hipotermia, yang dapat menyerang Anda sewaktu – waktu ketika melakukan trakking.

2. Mempersiapkan Perlengkapan Trakking Dan Dana

Siapkan perlengkapan yang memadai, karena waktu yang dibutuhkan tidaklah singkat sehingga persiapan jauh – jauh hari sangat dibutuhkan. Pendakian bebas sangat tidak disarankan, sehingga penggunaan jumaring merupakan pilihan yang sangat tepat. Selain perlengkapan, dana yang dibutuhkan untuk perjalanan ini juga cukup mahal, sekitar 100 juta rupiah.

3. Mengurus Ijin Pendakian

Untuk perijinan di tempat ini nampaknya cukup sulit, sehingga biasanya hal tersebut dilakukan jauh – jauh hari sebelum memulai perjalanan. Mengingat di daerah ini sering terjadi konflik antar suku, sehingga berkunjunglah pada waktu yang aman.

4. Berlatih Skill Trakking

Puncak Jayawijaya tidak dapat dicapai dengan hal yang mudah, karena medan trakking sangat terjal dan berbahaya, sehingga diperlukan keahlihan khusus untuk dapat sampai kesana. Maka dari itu, cobalah trakking di gunung lain terlebih dahulu, sebelum Anda mengunjungi Puncak Jayawijaya.

5. Jangan Kesana Sendirian

Tidak disarankan anda melakukan perjalanan sendirian, karena sulitnya untuk menjangkau Puncak Jayawijaya. Sebaiknya anda melakukan perjalanan berkelompok. Mengikuti paket wisata dari agen perjalanan juga sangat disarankan, mengingat rute yang ditempuh tidaklah mudah.

Link Website STIPRAM Click Here: STIPRAM

Kepulauan Raja Ampat Objek Wisata Menarik di Papua

Pesona Raja Ampat

Kepulauan Raja Ampat merupakan destinasi wisata yang terletak di wilayah Papua. Wisata ini sudah dikenal oleh seluruh dunia karena keelokan alamnya yang sangat mempesona. Salah satu bentuk kepopuleran objek wisata Raja Ampat adalah dengan adanya film dokumenter yang dibuat oleh Avant Premiere yang berjudul " Edis Paradise 3 ", dimana dalam film tersebut menceritakan keindahan alam bawah laut Raja Ampat yang berada di kawasan Papua, yang mana wisata ini juga dijuluki sebagi kawasan Amazon Lautan Dunia. Julukan tersebut diberikan karena letak dari tempat wisata ini yang berada dipusat segitiga karang dunia. Wisata Kepulauan Raja Ampat berada dikawasan teritorial Papua Barat, yang merupakan sebuah gugusan pulau yang tersebar dengan jumlahnya berkisar 610 pulau, akan tetapi hanya ada 35 pulau yang dihuni oleh penduduk.


Daerah Raja Ampat merupakan daerah kepulauan, dengan satu - satunya sarana transportasi yang bisa digunakan oleh masyarakan sekitar adalah transportasi angkutan laut. Transportasi ini digunakan baik untuk menjangkau ibu kota kabupatennya ( Waisai ) ataupun sebaliknya. Dengan empat pulau utama yang berada dikawasan ini menjadikan keunikan tersendiri bagi Anda yang melancong ke destinasi wisata Raja Ampat. empat pulau yang dimaksutkan adalah Batanta, Misool, Salawati dan Waigeo. Sebutan atau nama dari Raja Ampat sendiri diambil dari mitos penduduk sekitar yang apabila diartikan kedalam bahasa indonesia mempunyai makna Empat Raja.
Para wisatawan yang berasal dari penjuru dunia sengaja datang objek wisata di Papua ini untuk menikmati keindahan pulau dan keunikan wisata bawah lautnya, serta menjelajahi dinding - dinding bawah laut dengan cara menyelam. Disini wisatawan juga bisa mengarungi gugusan kepulauan besar dan kecil, pegunungan, hutan tropis, untaian karang laut, pantai pasir putih serta keaneka ragaman kehidupan satwa yang ada di kawasan wisata Raja Ampat. Memang boleh dikatakan kalau kekayaan alam seperti ini sangat jarang sekali ada, jadi bersyukur sekali apabila Indonesia memiliki anugrah yang sulit untuk dilukiskan dengan kata - kata.

Sejarah atau Legenda dari Raja Ampat

Wisata Raja Ampat memang boleh dibilang sangatlah unik, karena memiliki nilai sejarah atau legenda tersendiri. Legenda dari Raja Ampat sediri muncul dari masyarakat sekitar dan memiliki beberapa versi cerita yang diwariskan dari generasi ke generasi ( turun - temurun ) mengenai cerita legenda asal - usul nama Raja Ampat sendiri. Adapun salah satu versi cerita legenda dari Raja Ampat yang beredar di kehidupan masyarakat asli sekitar adalah sebagai berikut.
Dijaman dahulu ada sepasang suami istri hidup dengan sederhana di Teluk Kabui Kampung Wawiyai, pasangan suami tersebut mempunyai pekerjaan sebagai perambah hutan, yang kegiatan sehari - harinya pergi untuk mencari bahan makanan. Mereka bahu membahu menyusuri hutan agar cepat mendapatkan apa yang mereka harapkan. Kemudian dalam perjalanannya mereka sampai di tepi Sungai Waikeo, dan beristirahat melepas lelah. Selama mereka beristirahat mereka melihat lima butir telur yang letaknya tidak jauh dari mereka beristirahat. Setelah itu mereka dekati dan ternyata telur - telur tadi merupakan telur dari Naga. Karena merasah menemukan telur - telur yang aneh, mereka membungkus dalam sebuah noken ( noken = kantong ) dan dibawah pulang ke rumahnya. Setelah sampai rumah telur - telur yang mereka temukan tadi disimpan di dalam kamar.
Waktu mulai berganti dan malampun mulai datang, telur - telur yang tadi mereka simpan didalam kamar mengeluarkan suara bisikan, merekapun penasaran dan mencoba mengintip dari balik pintu kamar. Setelah mereka melihat kejadiannya, betapa kagetnya kedua pasangan suami istri tadi, karena melihat kelima telur yang disimpan menetas dan berwujud empat anak laki - laki dan yang satu perempuan. Kelima anak tadi memakai pakaian halus yang menandakan bahwa mereka adalah keturunan dari seorang Raja.
Hingga saat ini siapa yang memeberi nama kepada anak - anak yang dilahirkan dari telur naga tersebut belum jelas, akan tetapi masyarakat sekitar mengetahui masing - masing anak tadi bernama sebagai berikut :

Nama Raja Legenda Raja Ampat

1. Betani yang kemudian menjadi raja Salawati.
2. Dohar menjadi Raja Lilinta ( Misool ).
3. Mohamad menjadi Raja Waigama ( Batanta ).
4. War Menjadi Raja di Waigeo.
5. Pintolee anak perempuan yang dilahirkan dari telur naga diatas.
Setelah tumbuh dewasa, ke empat anak laki - laki itu menjadi raja dan memerintah dengan bijaksana. Sementara, anak perempuan ( Pintolee ) suatu hari ditemukan sedang hamil dan mengeluarkan dua buah telur. Setelah diketahui oleh kakak - kakak Pintolee, satu telur yang dia lahirkan diletakan dalam kulit kerang, dengan ukuran besar ( Kulit Bia ) dan kemudian dihanyutkan hingga terdampar disebuah pulau yang diberi nama Pulau Numfor. dan yang satunya, tidak menetas dan berubah menjadi batu yang kemudian diberi nama Kapatnai. Batu itu diperlakukan seperti raja oleh penduduk sekitar, dan diberi ruangan tempat untuk bersemanyam serta diletakan pula dua buah batu sebagai pertanda pengawalan terhadap persemayaman tersebut. Sampai saat ini masyarakat sekitar masih menghormati keberadaan persemayaman tersebut dan menjadi objek pemujaan.

Rute Perjalanan atau Transportasi Ke Raja Ampat

Pada umumnya, rute yang ditempuh oleh para pengunjung atau wisatawan untuk sampai di lokasi objek wisata di Papua ini adalah dengan melakukan perjalanan udara, dan menuju ke kota Sorong - Papua Barat ( Domine Edward Osok ). Di bandara ini tidak ada jalur penerbangan internasional yang bisa langsung menuju ke Domine Edward Osok. Jadi, apabila Anda yang datang dari luar negeri, Anda harus transit dulu di Jakarta, Surabaya, Denpasar atau Makasar. Dan apabila Anda ingin menempuh jalur terpendek, Anda dapat transit dulu di Ujung Pandang dan memakan waktu sekitar 5 jam 15 menit untuk sampai di kota Sorong.
Kemudian dari kota Sorong, perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan kendaraan taxi menuju ke palabuhan rakyat untuk menuju ke ibukota Raja Ampat ( Waisai ).  Setelah itu, perjalanan Anda akan dilanjutkan kembali dengan menggunakan transportasi Kapal Ferry atau bisa menyewa speed boat, dan disarankan  di pelabuhan ini Anda harus menyediakan perbekalan seperti air mineral, makanan instan dan lain sebagainya. karena di Waisai (ibukota Raja Ampat), harga keperluan perbekalan semakin mahal. Di pelabuhan ini ada dua kapal ferry yang melayani jalur perjalanan dari Sorong ke Waisai, dan biasanya berangkat tiap pukul 14.00 WIT, kemudian kapal yang satunya akan berangkat sekitar 1 - 2 jam kemudian. Perjalanan akan memakan waktu 4 - 5 jam untuk sampai di pelabuhan Waisai.
Akan tetapi bagi Anda yang mempunyai keinginan menyewa speedboat, waktu yang sangat ideal untuk menyeberang adalah sebelum air laut naik, yang biasanya di akibat gelumbang pasang atau sekitar sebelum pukul 12.00 WIT. Hal ini dilakukan karena dikuatirkan terjadi hal - hal yang tidak diinginkan, karena besar speedboat lebih kecil daripada Kapal, sehingga sangat mudah terguncang oleh ombak. Kemudian yang menjadi catatan bagi Anda adalah patuhilah instruksi dari Nahkoda kapal apabila menginstruksikan menunda perjalanan menuju ke pelabuhan Waisai karena cuaca buruk, gelombang pasang atau masalah lainya. Memang agak rumit sekali rute perjalanan ke Raja Ampat. Akan tetapi, kedepan pemerintah setempat akan mengembangkan bandar udara di Waisai ( Bandar Udara Marinda ), yang nantinya bisa mempermudah akses ke Raja Ampat.
Setelah sampai di pelabuhan Waisai, perjalanan dilanjutkan untuk ke kota dimana Anda dapat dengan mudah mencari penginapan disana. Akan tetapi sebelumnya harus mendatangi kantor Depbudpar setempat, untuk membayar biaya konservasi yang wajib dikenakan bagi setiap wisatawan yang mengunjungi ke wilayah Raja Ampat. Setelah itu baru Anda dapat mencari tempat penginapan.

Kegiatan Yang Bisa Dilakukan dan Tempat Wisata Menarik di Raja Ampat

objek wisata di Papua ini banyak menawarkan pesona keanekaragaman hayati, yang boleh dibilang cukup melimpah. Disini Anda bisa menemukan sekitar 540 jenis karang dan 1.511 spesies ikan. 75 % species karang yang ditemukan di seluruh Dunia ada disini, yang jumlahnya sekitar 10 kali lipat jumlah jenis karang yang pernah ditemukan di seluruh karibia. Anda juga akan menemukan 27 species ikan langkah yang hanya ada di sini. Selain itu disini juga terdapat 5 species penyu laut langkah, 13 species hewan mamalia laut, dan 57 species udang mantis. Jadi bisa dibayangkan keunikan yang dimiliki oleh destinasi wisata ini.
Pesona pemandangan laut yang elok, yang bisa di lihat baik itu dari bawah dan atas laut akan menghipnotis Anda. Untuk itu sebaiknya Anda tidak melewatkan moment berharga pada waktu berkunjung kesana. Kondisi ini ini didukung oleh struktur tanah yang endemik, kekayaan biota laut serta kebudayaan dan kearifan penduduk lokalnya. adapun kegiatan yang bisa anda lakukan di sini adalah sebagai berikut :
1. Menjelajahi pulau Raja Ampat dengan menggunakan perahu.
2. Melakukan permainan kayak.
3. Menyelam untuk menyaksikan sisa-sisa reruntuhan kapal di bawah laut.
4. Menikmati indahnya pulau-pulau karang (karst) di sekitar Pulau Wayag.
5. Mengunjungi burung cenderawasih merah khas Papua Barat.
6. Memancing secara tradisional Papua.
7. Memberi makan kuskus.
8. Menjelajahi gua kelelawar (bukan kelelawar varietas Dark Knight).
9. Membuat patung kayu sendiri yang dipandu oleh pengrajin Asmat.
10. Snorkeling.
11. Trekking untuk menemukan air terjun.
Selain itu Anda juga bisa menyaksikan "Hantu Laut", yang merupakan fenomena alam yang unik serta menarik, yang letaknya berada di bagian Timur Waigeo, Fenomena ini terbentuk oleh sebuah sinar yang berasal dari air laut atau fenomena pemandangan sunset, yang bisa disaksikan diatas perahu dan mengitari permukaannya dengan kurun waktu 10 -18 menit. fenomena ini hanya bisa dilihat setiap akhir tahun saja.
Tidak hanya itu dibagian barat dan utara kawasan Waigeo, ada sebuah pertunjukan permainan suling bambu tradisional yang oleh masyarakat sekitar yang disebut dengan suling tambur. Biasanya pertunjukan tradisional ini diadakan apabila ada sebuah festifal keagamaan atau pada saat peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ( 17 Agustus ) serta dalam upacara penyambutan kunjungan pejabat ( pemimpin ) penting.
Pesona Gua Tomolol. dikawasan ini Anda akan dibuat kagum dengan pemandangan di Gua Tomolo, lukisan telapak tangan manusia serta hewan - hewan yang mempunyai ukuran sangat besar tergambar di dinding goa. Konon lukisan ini di buat pada masa jaman prasejarah.
Tidak hanya itu di sebelah utara Waigeo, Anda juga dapat menikmati wisata sejarah yang juga berbentuk gua yang merupakan peninggalan perang Dunia ke II. Goa ini konon merupakan tempat pasukan Belanda dan Jepang membangun bungker. Selain itu Anda juga bisa menikmati keunikan kebudayaan masyarakat setempat yang disajikan dalam sebuah tarian perang. Disini juga ada destinasi wisata air terjun, dan pastinya apabila Anda kesana tidak boleh di lewatkan.

Destinasi berikutnya adalah Pulau Ayau, Pulau Ayau merupakan kumpulan pulau - pulau kecil yang terletak di Kepulauan Karang, dengan ukuran yang sangat besar dan dasar lautnya berpasir putih, Pulau Ayau bisa menghubungkan satu pulau dengan pulau yang lainya. Tidak hanya itu, tidak jauh dari tempat ini Anda juga bisa menikmati pulau - pulau dengan pasir yang unik yang disebut "Zandplaat". Tempat ini merupakan habitat unik dari vegetasi lokal yang ada di Raja Ampat. Anda juga bisa menyaksikan masyarakat setempat kususnya ibu - ibu dan anak - anak menangkap cacing laut atau insonem.
Selain itu Anda bisa juga mengunjungi Waigeo Selatan, yang merupakan sebuah destinasi favorit penggemar diving. Tidak jauh dari Waigo Selatan Anda juga bisa menemukan destinasi wisata pulau karang Kabui Bay, Gua tengkorak dan juga destinasi wisata bersejarah Raja Ampat di Kali Raja. Anda juga bisa menyaksikan tari Salay di Saonek, berbagai jenis satwa burung di Desa Sawinggrai dan Yenwaupnor, serta wisata kerajinan anyaman di Arborek. Disini Anda juga bisa melakukan kegiatan snorkeling untuk menyaksikan sekelompok ikan pari berenang. Kemudian apabila Anda melanjutkan kekawasan Sawandarek, Anda dapat menyaksikan pantai pasir putih dengan karang yang indah dan banyak juga ditemukan banyak satwa bebek laut. Anda juga bisa berjalan - jalan dan menikmati sebuah desa tradisional yang memiliki suasana Unik.
Di Sebelah Barat Waigeo, Konfiau dan Batanta Anda dapat menikmati kegiatan menyelam, selain destinasi wisata diatas tujuan wisata yang menarik untuk dikunjungi lainya adalah rumah kapal houseboats dan pulau karang di kepulauan Wayag.

Kuliner dan Oleh - Oleh ( Souvenir ) Khas Raja Ampat

Kuliner yang bisa Anda nikmati di sekitar objek wisata di Papua ini adalah seafood atau hidangan laut. Biasanya pihak penyelenggara diving telah menyediakannya. Menu masakannya pun juga bermacam - macam, mulai dari menu tradisional sampai internasional, yang tentunya dibuat langsung oleh masyarakat setempat. Salah satu contoh dari makanan khas dari Raja Ampat adalah  sub ikan kuning. Biasanya makanan khas Raja Ampatbanyak disediakan di banyak rumah makan Indonesia yang berada di Kota Waisai.
Oleh - oleh terbaik dari Raja Ampat yang banyak dikemukakan banyak wisatawan yang berkunjung kesini adalah, sebuah pengalaman saat mengunjungi Raja Ampat. Tentunya dengan mendokumentasikanya lewat tangkapan foto dan dan video yang bagus. Akan tetapi apabila Anda ingin memberikan oleh - oleh untuk keluarga di rumah berupa benda. Anda dapat membeli oleh - oleh khas Raja Ampat antara lain :
  1. Kain tradisional
  2. Kerajinan Anyaman
  3. Patung suku Asmat
  4. Alat musik tradisional
  5. Tambur (drum tradisional)
  6. Suling
Souvenir tadi bisa Anda dapatkan di toko - toko souvenir yang banyak terdapat di Kota Waisai dan juga kota - kota di Papua lainya. apabila Anda membeli souvenir di kota Papua, maka akan meringankan beban Anda untuk membawa barang bawaan Anda dari Raja Ampat.

Tips Berkunjung Ke Wisata Raja Ampat

Berikut ini Twisata akan memberikan tips berkunjung ke kawasan wisata kepulauan Raja Ampat Papua, agar liburan Anda dapat menikmati suasana liburan yang menyenangkan. Adapun tips berkunjung ke objek wisata di Papua ini adalah sebagai berikut.

1. Agendakan Liburan Anda

Agendakan liburan Anda ke Raja Ampat pada bulan Oktober atau Nopember, karena pada bulan tersebut kondisi lautnya tenang. Dan apabila Anda ingin mengabadikan wisata Anda menggunakan kamera kondisi tersebut akan membuat hasil tangkapan kamera akan lebih masimal.

2. Persiapkan Perlengkapan Kamera Khusus

Sebelum kesana sebaiknya Anda mempersiapkan perlengkapan pembungkus khusus kamera, agar bisa menangkap gambar di bawah laut, atau Anda juga bisa mempersiapkan kamera bawah laut. Dan sebaiknya juga Anda persiapkan skill fotografi Anda. Karena untuk mengambil gambar dibawah laut tidak segampang mengambil gambar seperti biasanya.

3. Bawalah Perlengkapan Pelindung Badan

Kebanyakan destinasi wisata yang akan Anda temui di Raja Ampat adalah wisata laut, jadi sediakan perlengkapan pribadi seperti sunscreen, sunblock, topi serta kaos yang nyaman untuk suasana pantai.

4. Membawa Anti Nyamuk

Kawasan wisata Raja Ampat boleh dibilang masih alami, jadi banyak juga nyamuk yang akan menggangu kenyamanan wisata Anda, untuk itu dianjurkan bawalah obat nyamuk dan obat anti malaria.

Link Website STIPRAM Click Here: Stipram

Taman Laut Bunaken

Taman Laut Bunaken
Taman Laut Bunaken terdapat disekitar pulau Bunaken  yang merupakan bagian dari Taman Nasional Bunaken. Taman laut ini memiliki biodiversitas kelautan salah satu yang tertinggi di dunia. Selam scuba menarik banyak pengunjung ke pulau ini. Secara keseluruhan taman laut Bunaken meliputi area seluas 75.265 hektare dengan lima pulau yang berada di dalamnya, yakni Pulau Manado Tua, Pulau Bunaken, Pulau Siladen, Pulau Mantehage berikut beberapa anak pulaunya, dan Pulau Naen. Meskipun meliputi area 75.265 hektare, lokasi penyelaman (diving) hanya terbatas di masing-masing pantai yang mengelilingi kelima pulau itu.
Taman laut Bunaken memiliki 20 titik penyelaman (dive spot) dengan kedalaman bervariasi hingga 1.344 meter. Dari 20 titik selam itu, 12 titik selam di antaranya berada di sekitar Pulau Bunaken. Dua belas titik penyelaman inilah yang paling kerap dikunjungi penyelam dan pecinta keindahan pemandangan bawah laut.
Keindahan Bawah Laut Bunaken
Sebagian besar dari 12 titik penyelaman di Pulau Bunaken berjajar dari bagian tenggara hingga bagian barat laut pulau tersebut. Di wilayah inilah terdapat underwater great walls, yang disebut juga hanging walls, atau dinding-dinding karang raksasa yang berdiri vertikal dan melengkung ke atas. Dinding karang ini juga menjadi sumber makanan bagi ikan-ikan di perairan sekitar Pulau Bunaken.
Sebagai taman nasional (tahun 1991) dengan luas + 89.065 ha. Secara administratif pemerintahan berada pada Kabupaten Dati II Minahasa dan Kotamadya Manado, Propinsi Dati I Sulawesi Utara.
Cara mencapai lokasi :
Sangat mudah dicapai dari Manado menggunakan perahu motor dalam waktu 25 menit. Untuk penyelaman di daerah arakan dan Wowontulap dapat digunakan jalan darat selama + 40 menit.
Potensi kawasan :
Di dalam kawasan terdapat sebuah gunung yang sudah tidak aktif lagi yaitu G. Manado Tua (+ 400 m dpl). Topografi dasar perairan secara umum memiliki konfigurasi relief/contur dasar yang beragam. Walaupun topografi dasarnya beragam, tetapi tidak terdapat daerah yang berbahaya.
Taman Nasional Laut Bunaken Manado Tua termasuk beriklim tropis dengan curah hujan berkisar antara 2.000 – 3.000 mm per tahun, suhu udara antara 260 – 310 C. Musim kunjungan terbaik adalah pada bulan Mei s/d Agustus.
Taman Nasional Laut Bunaken Manado Tua sebagai taman laut terindah di dunia memiliki keanekaragaman jenis organisme akuatik yang langka seperti ikan duyung, dugong-dugong, lumba-lumba dan berbagai jenis ikan hias seprti Hippocampus sp., kima raksasa, penyu sisik, penyu hijau. Di wilayah dataran terdapat monyet hitam (Macaca nigra).
Ekosistem Taman Nasional Laut Bunaken terdiri dari berbagai habitat seperti padang lamun, rumput laut, terumbu karang dan hutan bakau.
Terumbu karang yang didominasi oleh jenis Pocilopora sp, Seriaattopora sp, Pachyseris sp, Porites sp, Fungia sp, Herpolitha sp, Holomitra sp, Galaxea sp, Pectinia sp, Lobophyllia sp, Echinopora sp dan Tubastrea sp.
Bunaken merupakan salah satu lokasi menyelam yang terkenal di Indonesia. Bunaken menarik minat pecinta air dari seluruh dunia.
Bunaken memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi, antara lain memiliki lebih dari 70 genus coral dan lima spesies penyu. Selain itu, terdapat 70% spesies ikan di Samudra pasifik, hiu karang, ikan duyung, ikan tuna dan barakuda, buaya laut, dan masih banyak lagi.
Di Bunaken, Anda dapat melihat berbagai macam kehidupan laut yang indah, bahkan aneh. Air laut yang jernih mempermudah untuk melihat pemandangan di bawah laut. Bagi Anda yang gemar scuba diving
Aktivitas yang Dapat Dilakukan selain menyelam adalah:
•Menyusuri pantai, terutama saat air surut.
•Berjalan kaki menyusuri teluk-teluk terpencil yang terletak di bagian timur dan utara pulau.
•Memancing di luar area taman laut dengan menyewa kapal atau bergabung dengan nelayan lokal.
•Melihat lumba-lumba dan paus dengan menyewa kapal pribadi maupun bergabung bersama rombongan diveboat.
Selain aktivitas yang telah disebutkan di atas, Anda dapat bersantai menikmati kuliner lokal. Banyak sekali restoran dan kafe di Manado dan pulau-pulau sekitarnya. Kuliner khas di sana adalah seafood, bubur manado, dan berbagai makanan terbuat dari kelapa.
Atau berbelanja dengan berbagai souvenir untuk oleh-oleh. , kain, kaos, dan perhiasan atau produk-produk kerajinan berbahan dasar dari laut( koral dan kerang).

Link Website Resmi STIPRAM Click Here: STIPram

Taman Nasional Karimunjawa

Taman Nasional Karimunjawa
Taman Nasional Kepulauan Karimunjawa adalah kawasan wisata yang berupa kepulauan. Terletak di Laut Jawa, dan menjadi obyek wisata di Jawa Tengah, berjarak kurang lebih 83 km dari kota Jepara menuju arah utara. Luas daratannya 7.120 ha dengan jumlah pulau 27 buah. Namun, yang berpenghuni hanya 5 pulau. Kelima pulau tersebut adalah Karimunjawa, Kemujan, Parang, Nyamuk dan Genting.

Pesona Taman Nasional Karimunjawa
Di sekitar pulau kawasan ini terlihat hamparan pemandangan alam yang indah. Selain itu, tampak pula pasir putih yang membentang di sepanjang pantai. Di kawasan ini terdapat 242 jenis ikan hias dan 133 genera fauna akuatik. Secara garis besar fauna yang ada di Kepulauan Karimunjawa terdiri atas 2 kelompok, yaitu kelompok daratan dan kelompok perairan. Kelompok daratan meliputi rusa, trenggiling, landak, ular, bangau tong-tong, bangau abu, elang laut, dan wedi-wedi. Burung elang laut merupakan satwa langka yang dapat dijumpai di kepulauan ini. Adapun kelompok perairan, meliputi terumbu karang, spons, karang lunak, akar bahar, kerang merah, penyu, dan ikan hias. Sebagian besar pantai di Karimunjawa berpasir putih. Oleh karena itu, obyek wisata ini sangat cocok untuk kegiatan berjemur, menyelam, dan memancing. Kegiatan menyelam cocok dilakukan di Tanjung Gelam yang terletak di Karimunjawa, Pulau Menjangan Kecil, dan Pulau Cemara Kecil. Sementara itu, kegiatan berenang di pantai dan berjemur cocok dilakukan di Pulau Menjangan Besar dan Pulau Cemara Kecil.



Pendidikan di Karimunjawa sudah menjangkau sampai tingkat SMU. Selain memiliki sekitar 10 SD (lima di Karimun, tiga di Kemujan dan masing-masing satu di Parang dan Genting), Karimunjawa juga memiliki satu SMP, Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan SMK Negeri jurusan Budidaya Rumput Laut serta Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan yang merupakan sekolah gratis, serta satu Madrasah Aliyah di Kemujan.

Transportasi

Untuk menuju tempat ini yang paling umum digunakan yaitu kapal dari Semarang dan Jepara. Jika Anda dari Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Anda bisa menggunakan kapal Kartini I yang berangkat setiap Sabtu pukul 9 pagi dan kembali dari Karimunjawa setiap Minggu siang, lama penyebrangan membutuhkan waktu sekitar 3 jam.
Namun jika Anda berangkat dari Pelabuhan Pantai Kartini,Jepara, Anda bisa menggunakan Kapal Muria yang berangkat setiap dua hari sekali,lama penyebrangan kapal kelas ekonomi ini membutuhkan waktu sekitar 6 jam. Yang perlu diperhatikan, untuk jadwal kapal dari pelabuhan Jepara biasanya berangkat hari selasa, kamis, dan sabtu jam 9 pagi dan dari Karimunjawa menuju Jepara yaitu hari rabu, jumat, dan minggu jam 8 pagi. Jadwal ini bisa berubah tergantung cuac


a atau ombak di laut jawa. Dan jika seandainya terjadi gelombang tinggi maka pihak perhubungan di pelabuhan tidak akan memberikan izin pelayaran, dan jadwal keberangkatan kapal akan berubah mengikuti perubahan cuaca.
Jika Anda ingin lewat jalur udara untuk menuju Karimunjawa, Anda bisa menyewa pesawat dengan jenis CASSA 212 yang berangkat dari Bandara Ahmad Yani, Semarang menuju Bandar Udara Dewa Daru di Pulau Kemujan yang jelas waktu yang ditempuh lebih cepat, yaitu sekitar 30 menit.
Snorkling di Taman Nasional Karimunjawa

Pengunjung Taman Nasional Karimunjawa


Akomodasi Karimunjawa

Beberapa fasilitas dan akomodasi hotel yang ada di Karimunjawa yaitu Kura Kura Resort, Wisma Apung, Escape Romantic Beach Hotel, Karimunjawa Inn, Dewandaru Resort, Blue Laguna Inn, Puri Karimunjawa, dan Homestay Dafista



Website Resmi Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarukmo: Click Here STIPRAM

Pesona Gunung Rinjani


Gunung Rinjani


Gunung Rinjani yang berlokasi di Lombok utara tentu sudah tidak asing lagi bagi warga Indonesia. Gunung Rinjani yang mempunyai tinggi lebih dari 3,700 meter di atas permukaan laut adalah gunung berapi tertinggi kedua di Indonesia dan merupakan primadona wisata di Pulau Lombok, menjadi gunung favorit para pendaki yang biasanya merupakan mahasiswa, pecinta alam, penduduk lokal, hingga wisatawan asing.

Bulan Juli dan bulan Agustus adalah waktu di mana Gunung Rinjani paling banyak dikunjungi wisatawan. Para pendaki gunung ini bertujuan untuk mencapai puncak Gunung Rinjani selain untuk menikmati panoramanya, juga untuk mendapat kepuasan tersendiri karena telah berhasil menaklukan gunung berapi kedua tertinggi di Indonesia ini.
Setiap tahunnya, jumlah pendaki Gunung Rinjani semakin banyak, dan sebagian besar pendaki ini merupakan mahasiswa pecinta alam yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Hal yang paling suka mereka lakukan adalah merayakan hari kemerdekaan Indonesia di puncak Gunung Rinjani pada bulan Agustus. Namun perlu diingat bahwa pada bulan Agustus sering kali banyak angin kencang di puncak gunung ini.
Para Pendaki Gunung Rinjani

Selain panorama alam yang tiada duanya, Gunung Rinjani juga mempunyai keunikan lain yaitu flora dan faunanya yang beraneka ragam. Ketika mendaki Gunung Rinjani, anda akan melihat betapa kayanya Gunung Rinjani. Setiap 1,000 meter pendakian anda akan melihat jenis flora yang berbeda, misalnya pada ketinggian 2,000 meter anda akan menemukan banyak cemara gunung, dan pada ketinggian 3,000 meter anda akan melihat banyak bunga edelweiss.

Untuk fauna yang dapat anda temui di antaranya adalah lebih dari 100 jenis burung yang berbeda, landak, rusa, monyet perak, monyet ekor panjang, dan lain-lain. Terkadang binatang yang ada di Gunung Rinjani, terutama monyet ekor panjangnya suka berbuat nakal. Kenakalan monyet tersebut adalah masuk ke dalam tenda pendaki dan mengambil makanan yang ada di dalam tenda.

Panorama Gunung Rinjani

Monyet Gunung Rinjani

Kaki Gunung Rinjani
Suhu udara di Gunung Rinjani cukup dingin dengan suhu rata-rata sektiar 20 derajat Celsius dan suhu paling dingin bisa mencapai 10 derajat Celsius sehingga anda perlu membawa baju tebal dan jaket untuk menghalau suhu yang dingin tersebut.
Dibalik keindahan Gunung Rinjani, juga terdapat resiko yang lumayan tinggi dalam pendakiannya. Hingga saat ini, Gunung yang paling terkenal di Lombok ini telah menelan korban jiwa yang cukup banyak, oleh karena itu anda juga harus berhati-hati ketika melakukan pendakian. Biasanya hal ini terjadi karena cuaca buruk yang tiba-tiba datang, menyebabkan para pendaki kehilangan arah, tersesat, dan pada akhirnya ditemukan tidak bernyawa.
Karena resikonya yang lumayan tinggi, saya menyarankan anda untuk mendaki Gunung Rinjani ditemani pemandu supaya tidak tersesat. Biasanya banyak paket tur Gunung Rinjani, mulai dari paket pemula, paket profesional, hingga paket yang hanya setengah jalan saja. Dengan mengikuti program tersebut, anda akan aman dari bahaya tersesat, selain itu, biasanya paket tur tersebut juga menyediakan jasa pembawa barang dan juga meminjamkan alat-alat seperti tenda, alat masak, dan lain-lain sehingga anda hanya perlu datang dengan barang-barang pribadi lalu berangkat menikmati pesona Gunung Rinjani.
Biasanya untuk dapat mencapai puncak, pendaki akan membutuhkan waktu 2 malam untuk pendaki profesional, dan 3 malam untuk pendaki pemula. Oleh karena itu anda harus bersiap membawa bekal yang cukup dan peralatan yang memadai untuk menaklukan tantangan ini.
Apabila anda mengambil paket tur, tentu saja sebenarnya sudah lengkap peralatan yang perlu dibawa, namun anda tetap harus membawa barang-barang berikut ini karena kemungkinan tidak disediakan oleh pihak tur:
  • Sunblock
  • Jas hujan
  • Topi
  • Pakaian hangat
  • Senter
  • Tisu
  • Teropong
  • Pakaian cadangan
  • Kamera
  • Peralatan mandi
  • Peralatan ibadah
  • Sepatu dan sandal yang kuat dan nyaman
  • Kacamata hitam
  • Kaos kaki tebal
  • Sarung tangan
  • Makanan dan minuman ekstra
  • Obat nyeri otot
  • Obat pribadi
Apabila anda adalah seorang yang mempunyai penyakit pernafasan, penyakit jantung, darah tinggi, epilepsi, atau penyakit berbahaya lainnya, maka anda tidak dianjurkan mendaki Gunung Rinjani.
Untuk menikmati salah satu tempat wisata di Lombok yang paling populer ini, sebenarnya tidak diperlukan alat-alat yang bermacam-macam. Yang dibutuhkan untuk menjawab tantangan Gunung Rinjani adalah kesabaran, semangat, dan stamina.

Website Resmi Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarukmo: Click Here 
STIPRAM

Wisata Alam Umbul Sidomukti Semarang

Wisata Alam Umbul Sidomukti Semarang
Kawasan wisata alam Umbul Sidomukti Ungaran Semarang, berada di Desa Sidomukti Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang. Kawasan wisata ini dengan didukung berbagai fasiltas seperti, Outbond Training, Adrenalin Games, Taman Renang Alam, Camping Ground, Pondok Wisata, Pondok Lesehan, serta Meeting Room.
Ada empat buah kolam yang bertingkat dan dapat dipilih sesuai kedalaman yang diinginkan. Airnya sangat dingin, jernih dan menyegarkan. Selain itu ditambah pula dengan beberapa sarana olahraga menantang keberanian di sisi kolam. Terdapat lintasan flying fox dengan dua pilihan track, marine bridge di lembah, rapeling menuruni lembah sisi kolam, dan ATV, kolam renang alami, dan jalur trekking. Taman renang umbul alam Umbul Sidomukti terletak di lereng gunung ungaran dengan ketinggian 1200 dpl, diapit jurang dikedua sisinya.
Pemandangan Dari Resto Pondok Kopi
Flying fox dengan panjang lintasan 110 meter, dengan jarak ketinggian dari titik terendah lembah sekitar 70 meter. Flying fox ini menyeberangi lembah, jadi seakan berpindah dari lereng bukit ke bukit di seberang dengan bergantung pada dua utas tali dan pengaman serta helm. Seperti biasa, flying fox dapat dilakukan dengan memilih gaya terlungkup seperti superman sedang terbang, atau gaya duduk biasanya. Tarif karcis flying fox lembah ini hanya 12.000 IDR, tak mahal untuk sekedar menguji keberanian. (Agt 2010)
Tiket parkir mobil 2.000 IDR. Tiket masuk untuk hari biasa 4.000 rupiah per orang dan 5.000 rupiah pada hari Sabtu, Minggu, dan hari libur. Ingin mencoba marine bridge? Siapkan 7.000 IDR untuk tiketnya. 6.000 IDR untuk rapeling, dan 15.000 – 20.000 IDR untuk 3x putaran ATV. Selain tiket reguler, pengelola juga menawarkan paket untuk kelompok berisi minimum 20 orang untuk corporate event seperti trekking. (Agt 2010)
Umbul Sidomukti dapat ditempuh dari arah Semarang menuju Solo, sampai menemukan pom bensin Lemah abang di sisi kiri jalan, belok kanan menuju ke arah Bandungan. Sampai di Pasar Jimbaran di sisi kiri, akan ada gang bertuiskan sidomukti di sisi kanan dengan jalan menanjak. Di sepanjang jalan kecil ada beberapa papan petunjuk untuk sampai ke Taman Renang Alam Umbul Sidomukti, Desa Sidomukti, Bandungan, Semarang.
Bus ukuran besar tidak bisa masuk ke area ini karena jalannya sempit, bus mini atau bis ukuran kecil untuk masuk perlu sopir dengan kemampuan sangat bagus.
Keindahan pesona alam Kawasan wisata umbul Sidomukti memang mempesona, untuk jalan jalan keluarga maupun corporate event bisa menjadi salah satu tujuan.

Website Resmi Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarukmo: Click Here STIPRAM